happy birthday to me !!!!


hari ini saya berulang tahun :) 
saya memang termasuk orang yang selalu mengingat hari kelahiran saya dan merayakan hari itu, meskipun dengan bertambahnya usia, saya lebih banyak merayakannya dengan cara saya sendiri :) yang jelas ada beberapa yang tidak setuju, tidak perduli atau tidak mau merayakan hari kelahirannya seperti orang kebanyakan yang merayakan berdasar pada kalender masehi, karena kan kita temui juga perayaan hari kelahiran dengan hitungan yang berbeda :) saya menghormati pilihan itu :) ndak ada masalah dengan perbedaan karena saya enjoy dengan perbedaan :) 

kalaupun kemudian saya menulis tentang saya dan peringatan hari ulangtahun, ini bukan berarti untuk mempertentangkan, saya hanya ingin memaparkan, inilah yang saya pernah alami dan yang ada dalam pikiran saya, sehingga anda bisa melihat cara pandang orang lain, yang mungkin sama, mirip atau berbeda :) yang jelas saya hanya sekedar menulis saja :) syukur syukur bisa memberi masukan :) 

maka tulisan ini akan dimulai sejak saya masih kecil :) dan sudah mengenal arti ulang tahun :) 
ibu saya merayakan ulang tahun saya sejak saya tahu dan mengerti apa itu ulang tahun :) dan itu adalah hal yang paling membahagiakan saya ketika kecil :) mungkin jika ingin ditulis dengan detail, saya bisa saja membuat buku "me and my birthday" hahaha cuma saya memang terkadang omdo :) ndak terlaksana, maka saya cerita saja secuplik secuplik saja disini :) 

ketika saya masih TK hingga SD klas 1, ulang tahun adalah saat yang menyenangkan :) karena saya akan menemukan kue tart, hadiah hadiah dan pesta yang dihadiri oleh teman teman yang saya pilih sendiri untuk datang, meskipun sering kali, ibu saya memberikan pertimbangan agar saya mengundang orang orang yang menurut ibu saya seharusnya ikut berbahagia di hari ulangtahun saya :) dan yang terpenting adalah saya bisa bernyanyi di depan teman teman saya :) seperti tampil didepan pendengar setia, saya akan membawakan lagu yang indah, dan seringkali tidak hanya satu lagu saja hahahaha :)

pun sama dengan saya, seminggu menjelang ulang tahun, entah itu ulang tahun saya atau kakak saya (kala itu adik saya belum lahir) saya akan menuju ke sebuah toko roti langganan ibu saya di daerah blok m untuk memilih kue ulang tahun saya :) jika yang berulang tahun adalah kakak saya maka saya akan memberinya kejutan dengan memilihkan kue untuk dia, dan jika saya yang berulang tahun, ya jelas saya yang memilih sendiri dengan spesifikasi tetap :) cake rasa moka dengan hiasan krim yang juga sebagian harus ada mokanya :) berbeda jika kakak saya yang berulangtahun. saya akan memilih kue kue yang menurut saya asyik, terkadang permintaan saya dijadikan tantangan oleh tante kue tart yang saya sendiri sudah lupa namanya :) saya pernah memesan kue yang berbentuk gitar atau kelinci, dengan embel embel, gitarnya harus berwarna lebih cerah dan kelincinya harus berbulu agak panjang hahaha :) 

tidak hanya sampai disitu, saya serasa menjadi event organizer :) dengan mengusulkan camilan apa yang akan dihidangkan, kue kue dan permen apa yang akan dijadikan hadiah :) dan lengkap dengan usulan topi topi dan goodie bag, yang tentunya saya buat sendiri dengan ibu saya :) selama seminggu saya akan sibuk membuat topi yang akan dibagikan, menuliskan nama nama undangan, (hingga saya hapal harus menuliskan "tiada kesan tanpa kehadiranmu" jika di undangan yang saya beli tidak mencantumkan kalimat itu hahaha)  membungkus kue kue dan permen dan membuat tas tas kecil dari karton untuk tempat kue kue yang akan dibawa pulang :) dan pada hari H saya akan terbangun dan melihat di meja ruang tamu telah tersedia biasanya 4 hadiah, dari mama 1, dari babe 1, dari kakak saya dan dari om saya :) lengkap dengan tanda tangan dan doa doa yang tercurah untuk saya :)

di usia saya yang ke 10, saya merasakan ulang tahun yang berbeda, selain sudah lama tidak dirayakan, suatu hari ayah saya berkata, bahwa di ulangtahun saya yang bertepatan dengan lebaran haji, bagaimana jika saya merayakan dengan cara yang berbeda... saya pun dijelaskan bahwa saya akan mendapat banyak sekali uang receh sebagai hadiah, tapi saya harus membaginya dengan semua anak yang saya temui hari itu :) saya pun mengiyakan tantangan itu, meskipun sempat terpikir bagaimana jika recehan itu habis? lalu saya dapat apa? :) tapi ternyata hari itu saya belajar bahwa ada kebahagiaan tersendiri ketika kita berbagi, menerima kado itu membahagiakan, tapi memberikan sesuatu juga tidak kalah membahagiakan :) dan hari itu dengan sisa uang receh di tangan, saya mendapat kejutan lain :) ayah saya sudah menyiapkan sebuah bungkusan yang besar, yang ketika dibuka, ada kaset bacaan al quran 30 juz lengkap dengan al quran dan terjemahannya, dan lagi lagi hadiah itu adalah hadiah yang boleh dinikmati oleh semua orang :) 

lama setelah itu saya tidak merayakan ulangtahun, saya dan kakak saya tinggal bersama nenek, dan ritual ulang tahun adalah naik becak menuju foto studio untuk kemudian fotonya dikirim ke ayah dan ibu saya :) tapi ibu saya tidak pernah absen dengan kartu ucapan lengkap dengan surat dan tanda tangan ayah dan adik saya, yang kadang pada kartu atau suratnya adik saya menulis "sebenarnya aku disuruh mama harus mengucapkan buat kamu...selamatnya seperti tahun lalu ya" hahahaha :) tapi semua membahagiakan :) dan selama tinggal di nenek saya, rasanya saya hanya sekali merayakan ulang tahun :) ketika berusia 17tahun, ibu saya datang membawa kado boneka garfield berwarna orange, dan saya masih ingat komentar ibu saya, kok kue kuenya onde onde dan jajanan pasar? saya menjelaskan bahwa saya ndak bisa menolak kemauan nenek saya :) yang sudah mau bersusah payah membuat onde onde dan jajanan pasar :) maka ulang tahun ke 17 saya kala itu sangat mengendonesia :) 

lalu ulang tahun berlalu begitu saja dari tahun ke tahun, saya merayakan dengan sahabat terdekat, dengan traktir sederhana, dan kado :) ya kado hanya dari sahabat tercinta saja :) saya memang mata kadoan :) dan banyak kado dari sahabat saya yang masih tersimpan di rumah mama saya :) 

ulang tahun memang begitu itu :) mungkin keriangannya hanya milik anak anak, meskipun dulu saya pernah merasakan kebingungan kenapa kita harus meniup lilin, dan bertepuk tangan ketika lilin sudah mati, kenapa bukan menyalakan lilin? tapi pikiran begitu tidak saya lontarkan karena kesibukan mempersiapkan ulangtahun sudah membuat hiruk pikuk pada hari hari saya pun memenuhi pikiran saya :)

sekarang ketika usia semakin bertambah, saya masih memperingati hari ulangtahun :) mengingatnya sebagai hari saya terlahir ke dunia berdasarkan kalender masehi, kalau ditanya apa yang saya lakukan di hari ulangtahun saya, ah saya mengenangnya dengan betapa Allah sudah sedemikian baiknya pada saya, begitu banyak anugrah yang telah Allah berikan, keluarga, orang orang tercinta, suami dan sahabat sahabat yang baik :) dan hari ini saya mengingat hari ulang tahun sebagai saat dimana seorang wanita yaitu ibu saya yang telah rela meregang nyawa untuk saya, saya mengenangnya sebagai tahun tahun perjuangan orang tua saya untuk membesarkan saya, dan saya saya juga berhitung betapa banyaknya kebahagiaan dengan suami saya pun sahabat sahabat saya :)

semoga doa doa yang tulus diucapkan akan berbalik pada yang mendoakan, semoga semua orang yang saya sayangi pun juga orang orang yang menyayangi saya, senantiasa dalam lindungan Allah, senantiasa dimudahkan jalannya dan berbahagia sebagaimana kebahagiaan yang selalu menyertai saya hingga di usia sekarang :) 

...gelondong benang perak...




ketika saya kecil, saya pernah membaca sebuah buku, sayangnya saya telah lupa baik judul, pengarang maupun dari mana dongeng itu berasal. tapi buku itu menurut saya sangat menarik, selain karena gambar-gambarnya yang bagus, saya sangat menyukai ceritanya, begini ceritanya :-

pada jaman dahulu kala hiduplah seorang anak lelaki bersama keluarganya di pinggir hutan. anak lelaki ini adalah anak yang nakal dan agak malas, dengan segala upaya, dia akan berusaha menolak pekerjaan yang diperintahkan oleh orang tuanya.

pada suatu hari anak lelaki ini berjalan ke tengah hutan, meskipun kedua orang tuanya telah melarangnya untuk berjalan jauh ke hutan seorang diri. di tengah hutan ia kemudian bertemu dengan seorang nenek tua. nenek itu kemudian menyapanya dan bertanya mengapa ia seorang diri berada di hutan. maka anak lelaki itu kemudian menceritakan pada si nenek, bahwa ia sedang menghindar dari pekerjaan yang diperintahkan orang tuanya.

nenek itu kemudian menawarkan pada si anak lelaki itu sebuah gelondongan benang berwarna perak, "tariklah jika kau mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, maka kau akan melewati kejadian itu dengan cepat". anak lelaki itu pun berterima kasih dan segera pulang ke rumahnya.

keesokan harinya, ketika ibu anak lelaki itu memerintahkan dia untuk mambantu pekerjaannya, maka anak lelaki itu dengan tersenyum menarik benang ditangannya sedikit, maka semua kejadian itu terlewatkan. besok dan besoknya lagi anak lelaki itu selalu menarik benangnya untuk melewati saat-saat yang menurutnya tidak menyenangkan.

suatu hari,ia menyadari bahwa ia telah menjadi seorang pemuda. ketika ia bertemu dengan anak gadis tetangga, ia menarik benangnya sangat panjang, sehingga tiba-tiba saja mereka telah menikah. dia terus menarik benangnya, seperti yang sering dilakukannya jika menemukan kesulitan kebosanan atau jalan buntu, hingga suatu hari ia mendapati bahwa dirinya sudah tua, ketika ia kelelahan melakukan pekerjaannya dan ia ingin menarik kembali benangnya, ia menyadari bahwa tak ada lagi benang yang tersisa, dan anak lelaki yang telah tua itu terjatuh...

sayup sayup kemudian terdengar suara ibu anak lelaki itu memanggil manggil, dan dengan berat anak lelaki itu akhirnya dapat membuka mata, ia terkejut, karena mendapati kedua orang tuanya masih ada dan gadis manis anak tetangganya masih kecil, ia kemudian bertanya, "apakah aku masih seorang anak kecil", ibunya kemudian menjawab sambil memeluknya, "ya kau anakku, sudah 3 hari ini kau menderita demam setelah ditemukan di pinggir hutan". anak lelaki itu tertawa bahagia dan berkata "aku akan menjadi anak yang baik". katanya sambil memeluk erat ibunya.


saya sangat menyenangi cerita itu, bahkan sampai sekarang saya masih mengingat detil detil gambar dari cerita itu. sering kali ketika saya merasa jenuh atau kelelahan dengan apa yang saya hadapi, biasanya saya ingat cerita ini sambil berpikir, saya akan berusaha menikmati sepahit apapun sebuah kejadian, karena saya tidak tahu kapan benang perak saya tiba tiba tidak bisa ditarik lagi...

***catatan :
tulisan ini pernah dipublish di blog : "menulis kata" pada kisaran tahun 2006

lailatul qadar



apakah yang membahagiakan saat bulan ramadhan di kala saya kecil ?, jawabannya buanyak, hari demi hari semua terisi dengan kebahagiaan :) dan salah satu kebahagiaan adalah saat menghabiskan waktu dengan kakek saya :)

biasanya kakek saya menghabiskan waktu antara dua waktu sholat dengan mengaji, atau jika tidak, beliau akan tidur2an di dipan sebelah tempat sholat, karena keterbatasan beliau untuk berjalan... dan saya sebagai cucu bengal hampir selalu mendekat, kadang saya diam tidak bergerak memandang beliau tidur, kadang saya harus memijat kaki, yang katanya tangan mungil saya sangat enak jika memijat, ya... mungkin ini rayuan supaya saya mau hahaha dan kadang saat beliau tertidur saya menyenggol2 agar beliau terjaga dan mulai bercerita

cerita beliau ini bermacam macam, itu yang menyenangkan, mulai masa kanak kanak, saat jadi tentara, sampai masa kecil orang tua saya, termasuk juga berbicara tentang agama, seingat saya semua beliau ceritakan kecuali bab munakahat, mungkin karena belum waktunya ya :))

salah satu yang pernah beliau ceritakan adalah tentang lailatul qadar, beliau bercerita bahwa dalam satu malam di malam malam ganjil di 10 hari terakhir di bulan ramadhan, Allah akan menurunkan lailatul qadar, dan malam itu lebih baik dari 1000 bulan, dan betapa beruntungnya orang yang mendapatkan lailatul qadar itu...
maka saya yang suka ngecepret dan banyak tanya mulai bertanya tentang apa lailatul qadar, bagaimana mendapatkannya dan apa keberuntungannya, 

saya ingat kakek saya menjelaskan bahwa orang yang mendapat lailatul qadar akan menjadi jauuuuh lebih baik dari sebelum ramadhan, terjadi perubahan yang signifikan, dan saya yang masih kecilpun bertanya, jauh lebih baiknya bagaimana?? kata kakek saya, kalau saya tidak salah ingat mendapat rizki yang berlimpah, sehingga mereka menjadi insan yang jauh lebih baik, pribadi yang lebih berguna. kalau dipikir dan di ingat2 sekarang, mungkin yang dimaksud kakek saya salah satunya adalah keimanan, tapi saya yang masih kecil memang lebih memandang rizki ini kan dengan hal hal duniawi, maka saya langsung ngeyel
"tambah cantik bisa mba laki?"
kakek saya menjawab "mungkin bisa...", 
"tambah kaya?". 
"ya mungkin bisa juga, asal kemudian menjadikan dia pribadi yang lebih baik dan bermanfaat..."

maka setelah saya mendapat penjelasan itu sayapun ber-rajin rajin berdoa saat malam malam ganjil di 10 hari terakhir :)

saat lebaran, ketika itu saya ingat, setelah bersalaman dengan handai tolan, saya langsung menghitung penghasilan lebaran saya, yang wahhhh lumayan juga ternyata, hasil membantu nenek mengantarkan hidangan ke tetangga dan uang lebaran dari om dan tante,

maka ketika saya sedang berdua dengan kakek saya, saya berbisik kepada beliau, 
"mba laki'... tahun ini aku dapet lailatul qadar, ini lihat aku dapat banyak uang lebaran...." 
dan kakek saya hanya tertawa terbahak bahak saat itu :) 

on facebook 
august, 30 2011

dongeng madura dan ketegaran wanita


saya dibesarkan ditengah jaman yang ibu ibunya masih mendongeng sebagai pengantar anaknya tidur, belum ada kaset baby mozart atau apalah namanya :) dan saya memiliki 2 orang nenek yang semuanya jagoan mendongeng lengkap dengan perlakuan anak sebelum tidur, seperti pok-pok, set set dan jiccak, yang mungkin sekarang sudah jarang dilakukan :)

salah satu dongeng yang diceritakan oleh nenek saya (dari pihak ayah) adalah te' tote' :) dongeng favorit saya, karena sedikit absurd dan ibu menjadi hero di cerita ini :) hal lain yang membuat saya suka karena ada bagian yang disenandungkan,

dongeng-dongeng beliau inilah yang bisa jadi membuat saya nglanangi, mencintai cerita2 absurd atau kurang feminin? well... kedua nenek saya jarang memiliki cerita cinderella :) kebanyakan selain fabel binatang dan  kesetiakawanan, cerita-cerita beliau adalah cerita2 pengungsian jaman perang :)

untuk menyingkat waktu saya akan segera mulai ceritanya, dan supaya saya ndak harus apek capek menterjemahkan, maka saya tidak akan banyak menggunakan bahasa suroboyoan :)

te' - tote' 

pada jaman dahulu kala hiduplah seorang wanita yang tinggal dengan anak tunggalnya, anak perempuan kecil yang bernama : tote' dan si ibu mencari nafkah dengan berjualan nase' sekkol (nasi serundeng) di pasar...

setiap hari sebelum berangkat si ibu selalu menyiapkan makanan untuk tote' yang akan tinggal seorang diri di rumah sementara si ibu berjualan di pasar

syahdan, hiduplah pula seekor kepiting raksasa di sekitar kampung tote', kepiting raksasa yang bisa bicara dan suka merampas makanan penduduk,

suatu hari terdengarlah kabar hingga ke telinga kepiting raksasa, bahwa tote' setiap hari hanya tinggal seorang diri, maka dia berpikir bahwa tote' adalah mangsa empuk untuknya

maka setelah itu setiap hari, si kepiting raksasa akan mendatangi rumah tote' sambil berkata

+ te' tote' (hai tote')
- ayapa' a (arapa'a - mau apa)
+embu'na de' emma (kemana ibu mu)
-entang pacang (entar pasar - pergi ke pasar)
+juwal apa (menjual apa)
-ace' ekkong (nase' sekkol - nasi serundeng)
+ba'na ta' dina-i (apakah kamu tidak ditinggali (makanan))
-adu enja' (oh tidak)
+kampek kopeteng (aku capit kau)

sampai akhirnya tote' ketakutan dan menyerahkan seluruh nasi yang disiapkan ibunya pada kepiting raksasa :)

hari demi hari berlalu, ibu si tote' merasakan kejanggalan pada anak kesayangannya, entah kenapa kian hari si tote' menjadi kurus, maka ia pun menanyakan pada tote' apa sebabnya dan tote' kemudian menceritakan pada ibunya perihal kepiting raksasa yang jahat.

maka sampailah suatu hari ibu si tote' pura2 pergi ke pasar kemudian setelah berjalan agak jauh, ia berbelok kembali ke rumahnya, ia juga telah menyiapkan gada kayu yang besar sambil berjaga2 di belakang rumah, setelah si kepiting raksasa bercakap cakap seperti biasa, si ibu langsung berhamburan keluar sambil mengacungkan gada kayu dan memukul kepiting raksasa

kepiting raksasa kesakitan dan ia tidak pernah datang lagi mengganggu tote'

***

demikianlah dongeng itu, dan menurut saya, ibu memang selalu berkorban demi anaknya, demi kebahagiaan anaknya, meskipun ada sebagian lagi ibu yang tidak waras yang menelantarkan, tapi yang begitu memang selalu ada dalam kehidupan :)

setidaknya saya berbahagia, berterimakasih, pada almarhum nenek saya yang telah bercerita tentang keperkasaan wanita, keperkasaan ibu dalam melindungi anaknya :)

ibu memang sesuatu bangeeeeets :) dan saya berterimakasih pada ibu saya, dan sekian banyak wanita yang telah mengajarkan pada saya tentang banyak hal :)

buat teman teman selamat hari ibu :) dan ketika seorang wanita pernah mencurahkan raca cintanya pada sesama, maka selayaknya dia telah menjadi seorang ibu untuk umat manusia :)

***
ditulis untuk memperingati hari ibu  
dipublish pertama kali di Facebook 22-12-2011